Jumat, 04 September 2009

OFFICE INTERIOR PROJECT

CV. Kreasi Elang Nusantara
jln. Selokan Mataram, Yogya




Desain Rumah Tinggal 2 Lantai ( Lomba Tabloid Rumah 2008)

















Projek : Rumah Tinggal Dua Lantai
Jln. Mampang Prapatan XV
Klien : Tabloid Rumah "Sayembara Desain Rumah Urban 2008"
Nominasi : Favorite Pembaca


TOR (Term Of Reference) | sumber Tabloid Ru
mah

LATAR BELAKANG

Masyarakat yang tinggal di tengah kota, mau tak mau harus menghadapi tuntutan akan standar hidup yang tinggi. Akibatnya, pemenuhan akan berbagai kebutuhan harus dicapai dengan bekerja dan bekerja, bahkan sering tanpa mengenal waktu. Karena itu, mereka pun menjadi penganut gaya hidup yang serbapraktis, serta wajib memiliki akses informasi dan komunikasi yang mudah, jika tidak mau ketinggalan menghadapi perubahan di sekitarnya yang berlangsung sangat cepat. Kondisi ini pula yang menyebabkan stress tinggi menjadi hal biasa di kalangan warga kota besar.

Keadaan perkotaan yang padat penduduk dan dikepung bangunan buatan manusia, menyebabkan masyarakat perkotaan sulit memperoleh tempat tinggal dengan kualitas lingkungan yang baik. Padahal, setelah seharian beraktivitas, rumah menjadi tempat untuk melepaskan lelah. Karena itu, rumah di tengah kota harus dapat mengakomodasi kebutuhan penghuni akan kenyamanan, sekaligus menjadi tempat untuk mendukung kesibukan pekerjaan yang kerap terpaksa dilakukan di rumah.

Desain tempat tinggal yang sesuai dengan karakter khas perkotaan inilah yang berusaha dieksplorasi Tabloid RUMAH dalam Sayembara Desain Rumah kali ini. Dengan latar belakang ini, diharapkan lahir ide-ide kreatif yang dapat menyiasati kebutuhan penghuni yang kompleks, namun tetap memerhatikan kondisi lingkungan sekitarnya. Karya-karya desain yang dihasilkan nanti semoga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam membangun rumah tinggal yang nyaman di tengah kota.

PERMASALAHAN DESAIN

Prima (37), seorang manajer pemasaran, memilih tinggal di tengah kota supaya tak banyak waktu terbuang sekadar menuju ke tempat kerja. Karenanya, meskipun lahannya sempit, ia merasa lebih nyaman tinggal di situ karena ia masih bisa mengerjakan pekerjaan kantor yang dibawanya pulang, meski itu harus ia kerjakan di meja tamu, bergantian dengan istrinya, Herly, yang seorang penulis. Kadang-kadang, Prima harus membereskan laptop istrinya lebih dulu sebelum ia mulai bekerja dengan

laptopnya. Tak jarang pula, ia harus menarik kabel telepon ke meja tamu karena laporan yang ia buat harus segera ia email ke atasannya saat itu juga. Bekerja dengan komputer desktop membuatnya tak nyaman karena semua data ia simpan di laptop, apalagi komputer desktop itu seakan-akan sudah menjadi "milik" anak-anak mereka.

Sebagai penulis, Herly, teman sekelas Prima saat SMA, memiliki waktu kerja yang lebih longgar ketimbang sang suami. Pagi hari ia masih bisa mengantar anak-anaknya ke sekolah setiap hari naik sepeda motor matic, lalu pulang untuk bekerja barang dua tiga jam sebelum menjemput mereka lagi. Profesi penulis membuatnya bisa mendampingi kedua anaknya, Bram (7) dan Noni (4) belajar dan bermain. Namun karena rumahnya terbilang sempit, tempat untuk bermain ya sekaligus tempat belajar, dan s

ebaliknya.

Sudah lama Prima dan Herly merencanakan untuk merenovasi rumah mereka. Dengan lahan yang terbilang sempit, pilihannya adalah meningkat rumah. Bram dan Noni mulai beranjak gede, berkali-kali merengek-rengek meminta kamar sendiri-sendiri. Prima benar-benar bekerja keras supaya bisa mengumpulkan uang untuk merenovasi rumahnya. Makanya, waktu sepulang kerja masih digunakannya untuk membereskan pekerjaan-pekerjaan kantor. Istrinya sangat mendukung renovasi ruma

h yang dibelinya 5 tahun lalu dan belum pernah mendapatkan sentuhan perbaikan apapun. Herly merasa, bekerja dengan suasana yang nyaman, ruang kerja yang cozy, udara yang segar di dalam rumah, akses internet yang tinggal pakai, pasti akan membuatnya menjadi lebih produktif. Keluarga muda ini juga mendambakan sebuah ruang yang dilengkapi sarana hiburan multimedia, supaya anak-anaknya mereka bisa menikmati hiburan di tengah-tengah kesibukan dan waktu senggang orang tuanya yang sangat sempit.


DATA TAPAK

1. Lokasi di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
2. Lahan berukuran 5,5 m x 16 m.


3. Jalan depan rumah lebar 8 m.

4. Samping lahan ada jalan selebar 3 m
sebagai akses ke kontrakan di belakang site.
5. Di belakang masih ada lahan kosong selebar 4 m
dan deretan rumah kontrakan.
6. Kondisi kanan-kiri bangunan rumah tinggal.


7. Kecepatan angin bulanan = 3
Knots.
8. Suhu rata-rata bulanan,
a. Suhu rata-rata = 27 ° C.
b. Suhu maksimum = 34 ° C.
c. Suhu minimum = 24 ° C.


9. Kelembaban rata-rata bulanan,
a. Trimester 1 = 82%.
b. Trimester 2 = 79%.

c. Trimester 3 = 73%.
d. Trimester 4 = 76%.


10. Rumah menghadap ke arah Selatan.

11. Rumah eksisting boleh dipertahankan atau dihancurkan total



PROSES PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
1. Tuntutan desain(design requirement)

Kenyamanan penghuni yang ba
nyak melakukan kegiatan di rumah
sehingga diharapkan kondisi rumah/tempat tinggal tersebut dpat mengakomodasi
dan mampu
mendukung kebutuhan-kebutuhan pemilik rumah sebagaia karyawan
dan penulis.


Kenyama
nan dapat dikaji secara fisik dan visual
1.kenyamanan fisik ditinjau dari bag
aimana bangunan tersebut mampu memberikan
suasana/ atmosfir yang sejuk bagi penghuninya serta kenyamanan yang tidak kalah penting adalah bagaimana bangunan tersebut mampu melindungi dari bahaya pencurian.

2.kenyamanan visual ditinjau dari segi tampilan bangunan yang tidak terlalu “neko-neko” dan tidak terlalu menonjolkan fasade bangunan melainkan dengan bentuk-bentuk kotak dan tertutup hijau vegetasi diharapkan dapat selaras dengan bangunan dan lingkungan sekitar.


2. Analisis S
ite

Merupakan langkah awal yang dimaksudkan untuk mencari ataupun menelaah kondisi site eksistingdari beberapa aspek, diantaranya akses, vegetasi, dan cahaya alami. Yang diharapkan memaksimalkan potensi-potensi sekitar baik itu secara visual maupun fisik unt uk panduanproses desain berikutnya.